Selasa, 30 November 2010 - 15:00:29 WIB
Perang Salib ke 4
Diposting oleh : Administrator
Kategori: History - Dibaca: 2346 kali

Perang salib ke 4 (1202-1204).

 

Perang salib ke 4 terjadi atas anjuran Paus Innocentius III, yang ingin merebut kembali tanah suci dari kerajaan Islam. Mereka beranggapan jikalau Mesir sebagai pusat Dinasti Ayyubiyah (pendirinya Saladin/Sunni) dikalahkan, maka Yerusalem akan mudah untuk direbut. Pasukan salib ke 4 ini sebagian besar adalah orang Perancis, dan mereka tidak dapat membayar sewa kapal pada orang Venetia untuk menyeberangkan ke Mesir, maka tentara salib membuat kesepakatan dengan orang Venetia untuk membayar sewa kapal dengan merebut Zara (kota Kristen di pesisir Adriatik) dan memberikan pada orang Venetia sebagai biaya. Paus mengeluh bahwa setan ada di belakang segala nafsu suka merampok, menjarah, tamak dan serakah. Namun karena Pasukan salib sudah terlalu jauh maju ke depan, sehingga tidak ada lagi komunikasi yang baik dengan Paus. Kemudian mantan raja Byzantium Angelus II mengadakan perjanjian dengan pasukan salib untuk memberikan upah besar atau imbalan, jika mereka mau membantu merebut kembali tahta Byzantium baginya dari raja Byzantium Angelus III. Dan orang Venetia juga akan mendapatkan hak dan keuntungan lainnya seperti niaga laut dari sebagian wilayah Byzantium yang mereka akan kuasai, maka niat suci untuk merebut tanah suci menjadi alat untuk kepentingan perorangn dan kerajaan Venetia. Paus Innocentius III berusaha untuk mencegahnya, namun karena komunikasi yang sulit dengan pasukan salib yang sudah jauh maju ke depan, akhirnya mereka menuju ke Byzantium dan menyerang dan merebutnya. Ketika Angelus II berhasil menjadi raja setelah melalui pasukan salib raja Byzantium Angelus III dikalahkan, ia ingkar janji pada pasukan salib. Maka pasukan salib menjarah habis-habisan serta merampok serta merusak semua bangunan dan gereja yang ada, banyak korban yang jatuh karena perang sesama Kristen dan kerusuhan akibat pengingkaran janji dan Angelus III diserang. Konstantinopel yang dibangun oleh raja Konstantinus tahun 327 mengalami kerusakan besar dan kehancuran, sehingga sangat melemahkan dan merugikan pasukan Salib di kemudian hari bahkan pada puncaknya KOnstaninopel menjadi incaran dan ahirnya direbut dengan mudahnya oleh pasukan Turki Ottoman. Kerajaan Byzantium menjadi semakin kecil daerahnya, karena sebagian daerah telah diambil oleh orang Venetia (Italia). Perebutan Konstantinopel menyimpan bara-api, sehingga terjadi pemberontakkan dan perebutan kekuasaan kembali oleh orang-orang Kristen Ortodoks. Perebutan kekuasaan ini menyulut dendam dan perpecahan antara Roma Timur dan Barat semakin dalam, paus yang mewakili Katolik dan Roma Barat mengutuk serangan dan menyebutnya sebagai kejahatan, namun politik dan kekuasaan di Konstantinopel itu jauh dari Roma Barat, sehingga paus sulit untuk mengontrol pasukan salib agar kembali pada panggilan semula. April 1204 Konstantinopel direbut oleh pasukan salib dibawah pimpinan Boniface de Montferrat dan Baldwin IX dari Flanders. Konstantinopel yang sebenarnya harus mereka lindungi, namun karena akal licik saudagar Venetia dan tipuan orang yang mengejar keuntungan niaga dalam persaingan dengan Byzantium. Persaingan niaga laut antara Mesir, Yunani, kerajaan Latin di Mediterania dan Venetia serta Byzantium menjadikan semakin ruwetnya keadaan di Mediterania. Pasukan salib menjadi lupa tugas sucinya, karena tidak mempunyai ongkos untuk berlayar menuju medan perang dan iming-iming upah yang besar untuk merebut Zara dan Byzantium. Kemudian Baldwin dari Flanders menjadi raja atas kerajaan Latin baru ini, seorang uskup agung (Katolik) dilantik untuk membawahi gereja Ortodoks, maka ini menimbulkan konflik dan dendam kesumat serta jurang pemisah yang lebar antara gereja Timur dan Barat. Keadaan ini tidak bertahan lama, karena kerajaan Yunani tiba-tiba menjadi suatu kekuatan ketika diperintah oleh seorang raja, dan Yunani ini merebut Byzantium dalam suatu peperangan yang menimbulkan kekalahan yang besar bagi pasukan salib yang menguasai Byzantium. Peperangan antara pasukan salib dan Yunani untuk memperebutkan Konstantinopel melemahkan kedua belah pihak sehingga ke duanya mengalami kemunduran dan pengecilan daerah kekuasaan. Kerajaan Byzantium jatuh kembali ke tangan kerajaan lain. Zaman modern memperlihatkan hal yang sama yaitu kepentingan ekonomi membuat suatu Negara mengambil keptusan politik untuk berseberangan dengan kepentingan iman sehingga mengabaikan persamaan dan melahirkan persaingan sebagai contoh: Rusia dengan USA dan Eropah; USA dengan Eropah. Kalau di zaman sebelumnya Perancis dengan Inggris, Rusia, Jerman dan Italia merupakan kekuatan besar di Eropah (Barat dan Timur) selalu bersaing padahal mereka adalah Negara-negara yang bekas kerajaan yang mengobarkan perang salib dan menjadi penyokong utama dalam perang salib. Persaingan dan kepentingan ekonomi selalu merusak akan kepentingan bersama yang berdasarkan iman dan kerajaan sorga. Eropah dan Amerika yang menjadi suatu kekuatan besar (superpower) berperang dengan dirinya sendiri seperti liberal, ateis dan kebebasan yang tidak terkendali yang hanya melahirkan suatu kemelut dan kemunduran iman. Seperti seorang anak yang tidak dididik melainkan diberikan kebebasan untuk bermain dengan pikirannya sendiri yang masih hijau, sehingga tidak mau belajar dan ke gereja, kemdian apakah setelah besar anak itu mengenal Tuhan, kasih dan beriman? Ataukah menjadi seorang terdidik? Bukankah akan melahirkan suatu kebebasan-kebebasan berdasarkan suatu keterbelakangan seperti seorang anak tanpa orang tua. Firman Tuhan didiklah anakmu dan jangan takut untuk memakai rotan/hajaran bukan siksaan selagi bisa berubah. Jikalau suatu bangsa/ Negara tidak memiliki wahyu/ilham/visi ilahi, maka liarlah rakyatnya. Wahyu/ilham/visi ilahi itu harus berdasarkan dan berujuan/sasaran kerohanian yaitu kebenaran ilahi.

Perang saudara selalu terjadi, bahkan antara saudara kandung, anak dengan ayah, suami dengan isteri, bahkan antar sesama gereja karena uang, harta, harga diri dan kedudukan. Mereka lupa Yesus pernah bersabda apa artinya harta dunia kita miliki jikalau jiwa kita binasa? Juallah hartamu dan bagikan bagi orang miskin lalu ikutlah Aku, nasehat Yesus pada anak muda kaya. Zakheus membagikan hartanya dan mengembalikan kepada yang pernah diperasnya, ditipunya karena ia berjumpa secar pribadi dengan Yesus. Dunia adalah tempat ujian jadi jangan mengumpulan harta di dunia apalagi dengan cara tidak benar! Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya, apalagi dengan cara yang licik dan melawan hati nurani. Ada dunia kekal tanpa airmata, tanpa penderitaan, tanpa sakit-penyakit itulah sasaran kita umat Kristen. Kekristenan memerlukan seorang pemimpin yang mencintai: hukum, keadilan, kebenaran, dan berwawasan luas, berjiwa besar, sabar dan menguasai diri serta bijaksana, bukan hamba uang. Kehancuran Konstantinopel melemahkan kerajaan Kristen dari serangan Islam, dan barang-barang suci peninggalan para pendahulu telah hancur, gereja Hagia Sophia yang termashyur, yang membuat raja Kiev Rusia menjadi percaya dan membaptis rakyatnya telah dijarah oleh sesama Kristen. Terjadi perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan sesama Kristen. Timur Tengah telah kehilangan pusat kebudayaan, pendidikan dan pengetahuan sehingga nantinya di zaman Mongolia, para pemimpinya yang di awalnya adalah pemeluk Kristen, kemudian penerusnya mengikuti Islam (Timur Leng, Kubilai Khan).



Obat Tumor Rahang
23 Desember 2013 - 11:13:06 WIB

terimakaish atas informasinya, salam kenal dan salam sehat
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>